| Subcribe via RSS

Perintah Dasar Linux

August 29th, 2007 | No Comments | Posted in Command

Browsing sana-sini dapat beberapa contoh command di Linux yang cukup sering dibutuhkan tapi jarang tau.

Membuat file iso dari cd

$ dd if=/dev/hdc of=/home/joko/image.iso

CHMOD (Change Mode)

r - read permission;
w - write permission;
x - execute permission;

Octal values:
0 = Deny all
1 = Execute Only
2 = Write Only
3 = Execute and Write
4 = Read Only
5 = Read and Execute
6 = Read and Write
7 = Allow All

combination of 3 numbers: owner, group, others

Combine images into one PDF

convert *.jpg out.pdf

Creating an MPEG-4 file from all the JPEG files in the current directory :

mencoder mf://*.jpg -mf w=800:h=600:fps=25:type=jpg -ovc lavc -lavcopts vcodec=mpeg4:vbitrate=2000 -oac copy -o output.avi

MySQL Database Backup

mysqldump -u root –all-databases > all_databases.sql

Proxy Server Ubuntu #1

August 27th, 2007 | 4 Comments | Posted in Ubuntu

Panduan ini akan terdiri dari beberapa bagian :

  1. Setup manual proxy
  2. Setup transparent proxy
  3. Firewalling

Uji coba dilakukan dengan mesin P3 600, RAM 128 MB dan distro Ubuntu Server 7.04. Jika uji coba ini diterapkan secara real dengan user yang cukup besar akan lebih baik jika hardware menggunakan spek yang lebih tinggi.

Asumsi :

eth0 : 10.25.10.250
eth1 : 192.168.0.250

$ sudo vim /etc/network/interfaces
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 10.25.10.250
netmask 255.255.255.0
network 10.25.10.0
broadcast 10.25.10.255
gateway 10.25.10.3

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.0.250
netmask 255.255.255.0
network 192.168.0.0
broadcast 192.168.0.255

Asumsi diatas adalah semua iface menggunakan ip lokal namun jika menggunakan ip publik langsung saja ganti iface eth0 dengan ip publik.

Bagian #1 - Manual Proxy

Instal squid, mulai dari Ubuntu 6.10 Squid 2.5 sudah digantikan dengan Squid 2.6 dan akan ada sedikit perbedaan konfigurasi khususnya pada bagian transparent proxy.

$ sudo apt-get install squid

Lakukan filter terhadap komentar yang ada di squid.conf.

$ sudo cat /etc/squid/squid.conf | sed ‘/ *#/d; /^ *$/d’ >/etc/squid/squid.conf.bak

$ sudo cat /etc/squid/squid.conf.bak > /etc/squid/squid.conf

Konfigurasi squid dengan menambahkan baris yang berhuruf tebal.

$ sudo vim /etc/squid/squid.conf
http_port 3128
hierarchy_stoplist cgi-bin ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
cache deny QUERY
acl apache rep_header Server ^Apache
broken_vary_encoding allow apache
access_log /var/log/squid/access.log squid
hosts_file /etc/hosts
refresh_pattern ^ftp: 1440 20% 10080
refresh_pattern ^gopher: 1440 0% 1440
refresh_pattern . 0 20% 4320

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl SSL_ports port 443 # https
acl SSL_ports port 563 # snews
acl SSL_ports port 873 # rsync
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 443 # https
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl Safe_ports port 631 # cups
acl Safe_ports port 873 # rsync
acl Safe_ports port 901 # SWAT
acl purge method PURGE
acl CONNECT method CONNECT
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access allow purge localhost
http_access deny purge
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access allow localhost
acl myLAN src 192.168.0.0/24
http_access allow myLAN

http_access deny all
http_reply_access allow all
icp_access allow all
visible_hostname www.slc.web.id
cache_effective_group proxy
coredump_dir /var/spool/squid

Jika squid sudah di konfigurasi dengan benar, maka jika service squid di restart akan tampak seperti dibawah ini.

$ sudo /etc/init.d/squid restart
* Restarting Squid HTTP proxy squid * Creating squid spool directory structure
2004/08/28 11:04:00| Creating Swap Directories
[ OK ]

Selanjutnya set proxy di browser client ke alamat 192.168.0.250 dengan port 3128, dan lakukan browsing. Kemudian cek log squid, jika terdapat log seperti dibawah ini berarti squid sudah berjalan normal.

$ sudo tail -f /var/log/squid/access.log
1188188452.488 1390 192.168.0.230 TCP_MISS/301 562 GET http://google.com/ - DIRECT/72.14.207.99 text/html
1188188454.549 2042 192.168.0.230 TCP_MISS/302 552 GET http://www.google.com/ - DIRECT/64.233.189.104 text/html
1188188456.078 1515 192.168.0.230 TCP_MISS/200 1684 GET http://www.google.co.id/ - DIRECT/64.233.189.104 text/htm

Dari log diatas dapat dilihat bahwa client dengan ip address 192.168.0.230 sedang mengakses google.com. Sampai disini setup bagian #1 setup manual proxy selesai.

Sharing Printer Linux ke Windows

August 27th, 2007 | 1 Comment | Posted in Printer

Cukup mudah agar printer yang terhubung di mesin Linux dapat digunakan juga oleh mesin Windows yang berada dalam satu jaringan. Pada kasus kali ini metode yang digunakan adalah sharing printer dengan cups via samba.

Tambahkan beberapa baris konfigurasi di smb.conf sehingga menjadi seperti di bawah ini

$ sudo vim /etc/samba/smb.conf
[global]
workgroup = office
server string = %h
netbios name = nirmala
security = share

#this section is only to share the printer
printcap name = cups
disable spoolss = Yes
show add printer wizard = No
printing = cups

[printers]
comment = All Printers
browseable = no
path = /var/spool/samba
printable = yes
guest ok = yes
browseable = No

Langkah berikutnya adalah mengkonfigurasi cups agar dapat menerima printing dalam format RAW dari client Windows. Cari dan un-comment bagian baris “application/octet-stream application/vnd.cups-raw 0 -”.

$ sudo vim /etc/cups/mime.convs
…….
application/octet-stream application/vnd.cups-raw 0 -
…….

Restart daemon samba dan cups, dan coba add printer dari mesin Windows.

$ sudo /etc/init.d/samba restart

$ sudo /etc/init.d/cupsys restart

Indonesia “STMJ”, Serbia “Kuvano Vino”

August 24th, 2007 | No Comments | Posted in Personal

Klo orang Indonesia tentu sudah kenal yang namanya STMJ (Susu Telor Madu Jahe). Di Serbia dikenal minuman dengan nama “Kuvano Vino”, kata Dadung’s, minuman ini terbuat dari campuran red wine yang dimasak dengan gula dan cengkeh. Resep tradisional Serbia ini katanya manjur untuk mengobati gejala flu dan menghangatkan badan dikala musim dingin tiba.

Resep Kuvano Vino :

500 ml red wine
300 ml air
3 sendok makan gula pasir
1/2 sendok teh cengkeh
sedikit kayu manis

Wine, air dan semua bahan dimasak di atas api kecil sampai panas, begitu mendidih angkat terus disaring dan sajikan (resep utk 3 gelas). Selamat mencoba rasanya seperti air tape, tapi hangat dibadan - kandungan alkoholnya sudah berkurang karena menguap waktu dimasak.

Apa anda berani mencobanya ?

Ceting via Web

August 24th, 2007 | No Comments | Posted in Personal

Ceting via web, cara ini cocok bagi mereka yang tidak bisa ceting pake tools messenger langsung. Biasanya hal ini terjadi di shared connection (public area) semisal; kampus, hotspot area, etc. Selain itu mungkin karena di pc tidak ada tools messenger atau memang tidak diijinkan menggunakan tools messenger (baca: diblokir sama admin jaringan).

Ada 1 layanan web messenger yang cukup populer, meebo.com men-support beberapa protokol sekaligus (Yahoo, MSN, Google Talk, AIM dan Meebo ). Cara ini selain cukup efektif karena menggunakan port 80 juga gak perlu repot instal tools messenger.

Tags:

My Niece

August 24th, 2007 | No Comments | Posted in Personal

Sebenarnya ada 5 orang keponakanku saat ini, 4 cewek 1 cowok. Cuman yang cowok jarang ketemu. Dari sebelah kiri yang paling gede Aqila Dizza Qotrunnada, Fatimatuzzahra (Zahra), Anisa Safiqo, Nabila Fairuz Zaman.

Membuat Repositori Lokal

August 24th, 2007 | 1 Comment | Posted in Solusi

Mungkin dari sekian banyak pengguna Debian atau Ubuntu akan mengeluh jikalau akan meng-instal paket tambahan, khususnya pecandu apt-get. Cuman ada 2 pilihan mode instalasi, pertama dari internet, kedua dari cd. Mode pertama tentu saja akan membuat bokek dan yang pasti lama, mode kedua, gampang, cepat tapi capek sebab mesti gonta-ganti memasukkan cd.

Untuk mengatasi hal ini, akan dijelaskan agar file iso dari cd yang ada dapat dibuat “local repository”. Repo lokal sepengetahuan saya ada 2 macam, menggunakan model “deb file” atau “deb http”, ok langsung saja dipraktekkan model yang pertama.

Pertama-tama buat direktori untuk menempatkan file-file iso dan kemudian “copas” file iso Ubuntu di direktori /home/joko/iso/ubuntu.

$ mkdir -p /home/joko/iso/ubuntu
$ mkdir -p /home/joko/repo/ubuntu/a
$ mkdir -p /home/joko/repo/ubuntu/b
$ mkdir -p /home/joko/repo/ubuntu/c
$ mkdir -p /home/joko/repo/ubuntu/d

Model deb file

$ sudo mount -o loop /home/joko/iso/ubuntu/ubuntu-7.04-repository-i386-1_contrib.iso /home/joko/repo/ubuntu/a
$ sudo mount -o loop /home/joko/iso/ubuntu/ubuntu-7.04-repository-i386-2_contrib.iso /home/joko/repo/ubuntu/b
$ sudo mount -o loop /home/joko/iso/ubuntu/ubuntu-7.04-repository-i386-3_contrib.iso /home/joko/repo/ubuntu/c
$ sudo mount -o loop /home/joko/iso/ubuntu/ubuntu-7.04-repository-i386-4_contrib.iso /home/joko/repo/ubuntu/d

Kemudian edit source.list sehingga menjadi seperti dibawah ini.

$ sudo vim /etc/apt/sources.list
deb file:/home/joko/repo/ubuntu/a feisty main restricted
deb file:/home/joko/repo/ubuntu/b feisty universe
deb file:/home/joko/repo/ubuntu/c feisty universe
deb file:/home/joko/repo/ubuntu/d feisty universe multiverse

$ sudo apt-get update

Model deb http

Berbeda dengan model deb file, repositori model http bisa digunakan bersama oleh semua komputer yang terkoneksi dalam LAN. Untuk model ini instal apache web server dan pastikan dapat berjalan dengan baik. Setelah itu buat direktori a, b, c, d di /var/www

$ sudo mkdir -p /var/www/ubuntu/{a,b,c,d}

Kemudian mount setiap iso ke direktori yang sudah dibuat diatas.

$ sudo mount -o loop /home/joko/iso/ubuntu/ubuntu-7.04-repository-i386-1_contrib.iso /var/www/ubuntu/a
$ sudo mount -o loop /home/joko/iso/ubuntu/ubuntu-7.04-repository-i386-2_contrib.iso /var/www/ubuntu/b
$ sudo mount -o loop /home/joko/iso/ubuntu/ubuntu-7.04-repository-i386-3_contrib.iso /var/www/ubuntu/c
$ sudo mount -o loop /home/joko/iso/ubuntu/ubuntu-7.04-repository-i386-4_contrib.iso /var/www/ubuntu/d

Edit sources.list menjadi seperti dibawah ini.

$ sudo vim /etc/apt/sources.list
deb http://localhost/ubuntu/a feisty main restricted
deb http://localhost/ubuntu/b feisty universe
deb http://localhost/ubuntu/c feisty universe
deb http://localhost/ubuntu/d feisty universe multiverse

$ sudo apt-get update

Lokal repositori siap digunakan bersama. Agar komputer dalam jaringan bisa menggunakan juga repositori tersebut, tinggal ganti “localhost” dengan ip address komputer repo-nya. Dan step diatas bisa juga diterapkan pada distro Debian.

Susu Telor Madu Jahe (STMJ)

August 24th, 2007 | No Comments | Posted in Personal

Susu Telur Madu Jahe atau biasa disingkat STMJ adalah minuman kesehatan yang terdiri dari bahan-bahan susu sapi, telur ayam kampung mentah, madu dan jahe. (wikipedia)

Namun meski namanya sama-sama STMJ, ada sedikit perbedaan antara STMJ yang satu dengan yang lain. Yang pernah saya temui salah satunya adalah jahe-nya. Ada yang menggunakan jahe cair dan ada yang menggunakan jahe yang berupa serbuk.

Menurut saya yang paling pas pake jahe cair, sebab kalau yang serbuk ampas jahe-nya itu bikin gak enak pas diminum. Tapi sampai detik ini saya belum pernah menemukan penjual STMJ yang enak. Saya biasa beli STMJ disepanjang jalan dari rumah ke kantor, antara jalan kapasan sampai gubeng.

STMJ biasa disajikan dalam keadaan hangat, selain untuk menghangatkan badan, SMTJ baik pula untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Jika badan terasa pegal atau masuk angin, STMJ bisa dijadikan penawarnya.

Perbandingan Harga Windows vs Linux

August 21st, 2007 | No Comments | Posted in Isu Linux

Sayang sebagian gambar rusak, tapi poinnya adalah dari tahun ke tahun harga Linux tetap stabil dan sebaliknya dengan Microsoft Windows.

Undang-Undang HAKI

August 21st, 2007 | No Comments | Posted in Personal

UNDANG-UNDANG TENTANG HAK CIPTA
BAB XIII
KETENTUAN PIDANA

Pasal 72

  1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
  2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
  3. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
  4. Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 17 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  5. Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 19, Pasal 20, atau Pasal 49 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).
  6. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 24 atau Pasal 55 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).
  7. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 25 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).
  8. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 27 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).
  9. Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 28 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).