| Subcribe via RSS

Mount Partisi NTFS Debian

September 12th, 2008 | No Comments | Posted in Debian, Solusi

Donlot paket libntfs-3g dan ntfs-3g.

Instal paket depedensinya:

# apt-get install fuse-utils libfuse2

Instal paket ntfs-3g yang telah didonlot sebelumnya:

# dpkg -i libntfs-3g0_0.0.0+20061031-6_i386.deb

# dpkg -i ntfs-3g_0.0.0+20061031-6_i386.deb

Mount secara ostosmatis partisi ntfs setiap kali komputer boot-up dengan menambahkan 2 baris berikut ke dalam fstab:

/dev/hda2 /home/capung/data1 ntfs-3g defaults 0 0

/dev/hda5 /home/capung/data2 ntfs-3g defaults 0 0

Canon Pixma MP145 + Debian

September 10th, 2008 | 2 Comments | Posted in Debian, Solusi, Tips & Triks

Beberapa hari yang lalu saya diminta untuk mencari multifunction printer (3 in 1), yang jadi masalah harganya mesti maksimal 1 juta. Sempat kontak beberapa teman dan salah satunya Rotua Damanik, memberikan kabar baik klo dia telah mencoba Canon Pixma MP145 di Ubuntu HH berjalan normal dan tentunya driver sudah tersedia di situs canon (driver yg dipakai MP140 Series). Setelah informasi saya dapat , order, dan 1 hari kemudian barang datang dan saya testing sebelum dikirim ke empunya.

More »

Figlet Text Banner

July 29th, 2008 | No Comments | Posted in Debian, Solusi

Bagi anda yang berprofesi sebagai sistem administrator Linux, yang menangani banyak server Linux dan manajemen secara remote tentunya tidak mau salah konfigurasi gara-gara salah login ke komputer yang bukan seharusnya di maintain.

More »

Koleksi Film dan Pemutar Film

July 29th, 2008 | No Comments | Posted in Debian, Solusi

Anda memiliki banyak koleksi film hasil download dari internet, beragam format file beragam pula player yang harus disediakan untuk memutar semua film-film itu. Bagi Anda pengguna Windows tentunya gak akan ada masalah, sebab dengan menginstall K-Lite Codec semua koleksi film dapat anda nikmati dengan nyaman.

Tapi sayangnya K-Lite tidak mendukung file dengan format *.rmvb, RMVB (RealMedia Variable Bitrate) adalah format multimedia yang dikembangkan oleh RealNetwork, untuk dapat memutar file dengan format rmvb tentunya diperlukan RealPlayer.

More »

Panduan Manual Proxy dan Firewall

June 16th, 2008 | 1 Comment | Posted in Solusi

Dengan keterbatasan koneksi internet dan maraknya penyalagunaan koneksi internet. Maka perlu diterapkan beberapa metode sehingga koneksi yang terbatas bisa dipakai merata secara bersama-sama dan terkontrol, untuk mencapai tujuan tersebut diatas, berikut saya tuliskan panduan singkat membuat proxy (manual) dan firewall untuk pembatasan port yang diijinkan keluar.

Skenario yang saya gunakan adalah proxy [manual] yang digabungkan dengan firewall menggunakan shorewall sebagai interface dengan iptables.

Kenapa proxy manual, kok gak transparent saja ?, supaya tidak terlalu lambat koneksinya akibat delay time yang disebabkan oleh proses translasi dan pembelokan paket oleh firewall.

Harus pake shorewall untuk firewallnya ?, gak juga, saya pake shorewall biar cepet saja dan mudah dimengerti. Namun jika anda adalah pemula untuk urusan firewall ada baiknya mengetahui konsep / cara kerja iptables secara native.

Panduan singkat ini akan dibagi menjadi 2 bagian:
#1. Instalasi dan konfigurasi Squid
#2. Instalasi dan konfigurasi Shorewall

Panduan yang saya buat ini telah diimplementasikan langsung dan teruji, namun jikalau masih ada kesalahan ya mohon dimaklumi namanya juga manusia, klo kata pepatah “manusia tempatnya lupa, salah dan dosa”.

Sementara anda duduk manis membaca tulisan ini, saya akan persiapkan panduannya dipostingan berikutnya.

Membuat Interface Name Permanen di Linux

June 13th, 2008 | No Comments | Posted in Solusi

Hari ini saya menambahkan 1 lan card lagi di mesin proxy, tapi ketika dilakukan konfigurasi ip address terjadi masalah seperti pada postingan sebelumya. Sebelumnya sudah terdapat interface eth0 dan eth3, nah ketika ditancepin 1 lan card lagi dikenal sistem sebagai eth2. Namun ketika dicek menggunakan perintah ifconfig eth2 terdeteksi sebagai eth4.

Ini cukup mengganggu sebab ketika service network di restart gak bisa karena ada perbedaan penamaan. Nah berikut implementasi solusinya.

  1. #1. Instal paket ifrename yang berfungsi untuk me-rename nama interface (di Linux biasanya dikenal dengan ethx).
    # apt-get install ifrename
  2. #2. Cek nama interface yg sebenarnya melalui perintah dmesg
    $ dmesg | grep eth
    eth0: RealTek RTL8139 at 0xd000, 00:50:fc:0e:f5:63, IRQ 201
    eth0: Identified 8139 chip type ‘RTL-8139C’
    eth3: RealTek RTL8139 at 0xd100, 00:a0:d2:1c:fd:29, IRQ 209
    eth3: Identified 8139 chip type ‘RTL-8139A’
    eth2: RealTek RTL8139 at 0xd200, 00:15:58:a8:5a:7d, IRQ 193
    eth2: Identified 8139 chip type ‘RTL-8100B/8139D’
  3. #3. Buat file yang isinya mendefinisikan nama interface berdasarkan mac address. Dalam kasus ini saya pengen me-rename eth4 menjadi eth2 seperti tampak pada poin nomer 2.
    # vim /etc/iftab
    eth2 mac 00:50:FC:0E:F5:63
  4. #4. Restart service ifrename
    # /etc/init.d/ifrename restart

Sampai 4 poin saja cukup, dan setiap komputer direstart interface yang sebelumnya dikenal sebagai eth4 akan berubah menjadi eth2.

Pengalaman Migrasi 3

May 30th, 2008 | 1 Comment | Posted in Solusi

Selesai sudah migrasi untuk ketiga kalinya. Migrasi berjalan lancar dan tanpa kendala, hal ini ditunjang juga dengan spek komputer yang rata-rata Pentium 4, untuk distro tetap saja pilihan jatuh ke Ubuntu dan Debian, komputer dengan memori 128 di instal Debian 4.0 sedangkan komputer dengan memori 256 di instal Ubuntu.

Untuk kebutuhan migrasi kami memiliki repositori Ubuntu dan Debian 4.0

Jika Interface Name sering berubah

February 21st, 2008 | No Comments | Posted in Solusi

Anda dan saya tentunya pernah mendapatkan masalah ketika nama interface lan card (iface) di komputer Linux sering berubah nama. Untuk mengatasi masalah ini, temukan solusinya disini.

Wvdial Telkomnet Instan dengan 3Com US Robotic Modem External

February 21st, 2008 | 3 Comments | Posted in Solusi

Beberapa hari yang lalu saya diminta membantu di kantor cabang untuk konekin komputer dengan PCLinuxOS ke internet via dial-up. Modem yang tersedia 3Com US Robotic tapi gak jelas yang tipe berapa, coba konek tapi selalu gagal/terminated dan suatu kali konek dalam arti dapat interface ppp0 tapi gak dapet ip address.

Tapi gagalnya saya yakin klo ada kesalahan konfigurasi, cuman menurut saya konfigurasi wvdial ya gitu-gitu aja gak ada yang khusus. Setelah browsing sana-sini ternyata perlu merubah di baris AT Command-nya sehingga menjadi seperti dibawah ini :

[Dialer Defaults]
Init1 = ATZ
Init2 = AT&F1 E0 Q0 V1 &C1 &D2 &A0 S0=0
Init3 = ATS7=60 S19=0M1 S32=96 &M4 &K1 &H1 &R2 &I0B0X4
Init4 =
Modem Type = Analog Modem
ISDN = 0
New PPPD = yes
Phone = 080989999
Modem = /dev/ttyS0
Username = telkomnet@instan
Password = telkom
Baud = 115200

Perhatikan 2 baris yang dicetak tebal, dan konfigurasi ini berhasil meng-konek-kan PCLinuxOS ke dunia maya.

Koneksi Internet dengan Nokia 6585

November 9th, 2007 | 1 Comment | Posted in Solusi

Ini jawaban pak Sholeh di salah satu thread dari milist KLAS, cara konek ke internet menggunakan Nokia 6585 dengan wvdial. Caranya cukup simple :

  1. Buat file wvdial.conf di home direktori yang isinya seperti dibawah ini
    [Dialer Defaults]
    Modem = /dev/ircomm0
    Baud = 230400
    Init1 = ATZ
    Modem Type = Analog Modem
    Init2 = AT+crm=1
    Init3 = AT+cso=33
    Init4 = ATE0V1
    Dial Command = ATDT
    FlowControl = CRTSCTS
    Stupid Mode = 1
    Phone = #777
    Username = m8
    Password = m8

    Ask Password = 0
    Idle Seconds = 0
    Auto DNS = 1
    ISDN = 0
  2. Kemudian buka terminal dan ketikkan perintah
    $ sudo wvdial –config=/home/joko/wvdial.conf

Jika menggunakan StarOne cukup ganti username dan password-nya saja, mudah bukan internetan pakai Linux. :)