Personal 14 Oct 2008 09:19 am

PT KAI Berkomitmen Untuk Selalu Terlambat

Sudah beberapa kali saya menggunakan transportasi kereta api dengan tujuan Surabaya-Semarang atau Surabaya-Jakarta, tapi bagi saya tidak ada yang istimewa bepergian dengan kereta api. Bagaimana tidak, saya sering dibuat jengkel karena kereta datang terlambat.

Ketika itu saya harus balik ke Surabaya dari Semarang dan diputuskan menggunakan kereta Rajawali jadwal keberangkatan dari stasiun Tawang Semarang jam 02.00 dini hari, dengan berangkat dini hari saya berharap bisa sampe Surabaya pagi hari dan bisa istirahat cukup lama. Akhirnya saya cek out dari hotel jam 01.30 dini hari. Tapi saya sangat-sangat marah waktu itu, karena kereta tiba jam 04.30, apa gak “gendeng”., tidak ada alasan yang jelas kenapa kereta terlambat.

Kesempatan yang lain ketika kakak ipar saya dari mudik Jakarta ke Surabaya hari raya kemaren menggunakan kereta Argo Anggrek pagi, dengan jadwal keberangkatan jam 09.30. Jadi kakak saya berangkat setelah sholat Ied. Lagi-lagi dengan alasan lebaran kereta berangkat molor dan sampe di Surabaya yang semestinya kisaran jam 19.00 - 20.00 terlambat hingga jam 22.30 masuk stasiun Pasar Turi Surabaya.

Mungkin anda ingat lagu Iwan Fals tentang kereta api yang terlambat, sejak lagu itu diciptakan (mungkin bahkan sebelumnya) hingga sekarang kereta api Indonesia tidak pernah datang tepat waktu. Yang ada hanya permohonan maaf karena keterlambatan, di setiap waktu dalam setiap perjalanan kereta.

Kereta Api Terlambat

Tapi akhirnya saya baru sadar klo ternyata PT KAI Berkomitmen Untuk Selalu Terlambat. Ini bisa dibuktikan dengan gambar diatas, lihat kolom realisasi disana waktu ditulis dengan menggunakan lebih kurang (+/-) dan tidak pernah pas, perhatikan juga peralatan pengaturan jalur kereta yang masih manual peninggalan jaman Belanda.

Berbeda dengan kereta di negara-negara lain seperti Singapore, Inggris, Jepang dan sebagainya. Teman kakak saya yang bekerja di Jepang pernah bercerita, jika pegawai telambat masuk kantor akibat kereta yang terlambat, maka pihak kereta api harus mengirimkan permintaan maaf sekaligus sebagai bukti keterlambatan kepada setiap perusahaan karyawan penumpang kereta. Gile beneeerrrr

Kalo disini mah cukup disiarkan lewat megaphone atau dalam kereta dan penumpang tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai-sampai ada guyonan yang ngomong “pesawat yang lewat udara aja terlambat apalagi kereta yang lewat darat”, kekekekek.

Dan saya pesimis sarana transportasi di Indonesia bakalan menjadi lebih baik.

Trackback This Post | Subscribe to the comments through RSS Feed

Leave a Reply