Cerita Humor & Personal 29 Aug 2008 12:39 am

Rokok Aman bagi Kesehatan

Banyak orang menghawatirkan bahaya rokok dan menakutinya, tapi setelah diselidiki oleh beberapa pakar dalam bidangnya ternyata rokok itu sama sekali tidak berbahaya. Kemudian para pakar sepakat untuk membuktikannya dengan mengambil dari beberapa hikayat pada zaman dahulu kala di mana pada waktu itu nenek moyang kitapun telah membuktikannya melalui beberapa percobaan.

Untuk lebih jelasnya dapat dibuktikan lewat penemuan oleh beberapa dari ahli di bawah ini:

Pada zaman dahulu kala, ada 3 orang dokter yang selalu bersama2 ke mana saja mereka pergi. Tapi ketiganya memiliki kegemaran berlainan.

Dr. Roni (suka main perempuan)
Dr. Joni (suka minum minuman keras)
Dr. Doni (suka segala jenis rokok)

Suatu hari ketiga sahabat ini berjalan2 tanpa tujuan. Tiba-tiba mereka bertemu dengan sebuah ketel/kendi (seperti cerita Aladin). Lalu salah seorang mengambil lalu meng-gosok2kan ketel tersebut. Sejurus kemudian asap keluar dari corong ketel tersebut dan secara perlahan berganti menjadi satu makhluk yang menyeramkan yakni sesosok jin yang ganas. Lalu jin tersebut tertawa: “Hua ha ha ha…” dan berkata “Akulah Jin Ifrit! Karena kamu telah membebaskan aku dari ketel itu maka aku akan tunaikan apa saja permintaan kamu sekalian.”

Ketiga sahabat yang pada mulanya panik dan takut menjadi gembira lalu termenung dan berpikir tentang peluang dan kemauan masing2 yang mungkin hanya sekali mereka jumpai dalam hidup mereka. Lalu mereka memilih kemauan mengikuti kegemaran masing-masing.

Berkatalah si A,”Aku mau perempuan-perempuan muda dari berbagai bangsa di seluruh dunia dan letakkan
dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.” Pufff…!!! Dengan sekejap mata jin itu
menyempurnakan permintaan si A.

Permintaan si B, “Aku mau semua jenis arak dari seluruh dunia untuk bekal selama 10 tahun dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.” Pufff…!!! Dengan sekejap mata jin itu
menyempurnakan permintaan si B.

Berkata pula si C,”Aku mau semua jenis rokok dari seluruh dunia untuk bekal selama 10 tahun dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 10 tahun.” Pufff…!!! Dengan sekejap mata jin itu
menyempurnakan permintaan si C.

Setelah genap 10 tahun, maka jin tersebut muncul embali untuk membuka pintu gua masing2 sebagaimana
yang dijanjikan.

Ketika membuka pintu gua si A, keluarlah si A dengan keadaan kurus kering, berdiri pun tidak bisa karena tidak sanggup untuk menggerakkan lutut sebab hari2 hanya memuaskan nafsu dengan perempuan.Tiba-tiba si A pun jatuh ke tanah lalu mati!!

Setelah itu jin tersebut pergi ke gua si B, ketika pintu dibuka, maka keluarlah si B dengan perut yang sangat buncit karena hari2 mabuk2an. Jalan pun terhuyung-huyung. Tiba-tiba si B pun jatuh ke tanah lalu mati !!

Setelah itu jin pergi ke gua si C dan membuka pintu gua. Tiba2 si C keluar dalam keadaan sehat walafiat
dan terus MENAMPAR si jin. Sambil memaki si jin ia berkata: JIN GOBLOOOKK ….!!!! KOREKNYA MANA
…???!!!

wahhhkkaaaaa, bener kan rokok gak berbahaya, yang ngomong para dokter lho…..

2 Responses to “Rokok Aman bagi Kesehatan”

  1. on 26 Oct 2008 at 3:37 am 1.albri said …

    hahhahaaaaaa, saya perokok tahu banget rasanya ada rokok didepan mata tapi ga ada korek wkwkwwkwkwkw

  2. on 24 Dec 2008 at 1:06 pm 2.Hans Suta Widhya said …

    Ulama Harus Ikut Pikirkan Dampak Fatwa Rokok Haram

    Meski masih dalam tahap wacana, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dikabarkan akan mengeluarkan fatwa haram merokok bagi umat Islam. Isu ini dapat menjadi kontroversi baru karena bisa membuat punahnya sebuah ekosistem dan komunitas yang sudah mapan.

    Persoalannya, tentu adalah bagaimana mengatasi krisis yang terjadi pasca fatwa haram oleh MUI. Siapakah yang bertanggungjawab atas dampak negatif dari dikeluarkannya fatwa ini? Apakah MUI juga sudah memikirkan dampak-dampaknya?

    Padahal, jika fatwa rokok haram diluncurkan pasti dampak sosial ekonomisnya akan luar biasa besar. Rokok merupakan salah satu penyumbang devisa bagi negara, dan juga penyumbang berbagai kegiatan (sponsorship), bahkan dalam event resmi pemerintahan dan keagamaan.

    Bukan itu saja, berapa juta orang yag akan mendapat kesengsaraan akibat masalah ini. Pengusaha dan karyawan pabrik rokok, meskipun banyak barangkali masih bisa dihitung. Tetapi, berapa jumlah tetangga kita yang menjadi tukang rokok di sepanjang jalan, tentu jumlahnya akan menjadi sangat banyak.

    Dalam konteks ini, kita mengharapkan agar para ulama (jika mengeluarkan fatwa rokok haram) juga turut membantu memikirkan nasib dan masa depan jutaan komunitas manusia yang menggantungkan hidupnya kepada industri rokok. Terima kasih.

Trackback This Post | Subscribe to the comments through RSS Feed

Leave a Reply